Biografi Mengistu Haile Mariam

Monday, May 17, 2010





Penguasa Ethiopia
(lahir 1937)

Mengistu Haile Mariam lahir pada tanggal 21 Mei 1941. Sebagai seorang tentara Ethiopia, dia dididik di Amerika Serikat. Setelah mendapatkan pangkat mayor, dia merencanakan kudeta, menggulingkan Kaisar Haille Selassie pada bulan September 1974. Atas perintahnya, Selassie dijadikan tahanan rumah di istananya dan akhirnya dibunuh dengan cara dicekik.

Pada tanggal 23 November 1974, Mengistu memerintahkan pembunuhan terhadap Ketua Badan Administratif Militer Sementara(PMAC) dari pemerintahan yang sedang berkuasa saat itu dan menambahkan untuk membunuh 60 pemimpin rezim imperial. Selanjutnya pada bulan Februari 1977, dia dipromosikan menjadi Letnan Kolonel dan menjadi ketua PMAC yang baru, membunuh anggota PMAC yang lain, kemudian mengangkat dirinya sendiri menjadi kepala wilayah.
Riwayat Ringkas Kekejaman Mengistu
1937 Lahir di provinsi Kefa, Ethiopia
1974 Memimpin rencana penggulingan Kaisar, membunuh lawan-lawan politiknya
1975 Haile Selassie dicekik sampai mati atas perintah Mengitsu
1976 Membunuh anggota pemerintahan yang lain, mengangkat dirinya sebagai kepala wilayah, melakukan “Teror Merah”
1986 Merancang Konstitusi yang baru
1987 Terpilih menjadi presiden
1991 Melarikan diri ke Zimbabwe
2001 Diberi izin tinggal permanent
2003 Dinyatakan bersalah secara in absentia atas genosida karena perananya dalam kampanye “Teror Merah”.





Dia melakukan terror berdarah yang disebut dengan kampanyae domestic “Teror Merah”. Teror ini dilakukan untuk menghentikan semua perlawanan terhadapnya, serta bersama tentara Kuba dan Uni Soviet untuk melawan invasi Somalia yang dilakukan oleh orang-orang Somalia berbahasa Ogden.
Pada tahun 1984, Mengistu mendirikan Partai Pekerja Ethiopia (Ye Ityopia Seratepnocth Parti). Dia merancang konstitusi baru dan kemudian diangakat menjadi Presiden oleh Dewan Nasional yang baru. Pada masa itu terjadi pemberontakan di Eritre dan Tigray di wilayah utara. Kondisi pertanian yang hancur akibat Mengitsu memberlakukan kolektifisasi lahan (lahan rakyat yang diambil-alih oleh pemerintah dan dikerjakan bersama-sama untuk kepentingan Negara), menyebabkan terjadi bencana kelaparan. Layaknya pengecut lainnya, saat dukungan Soviet telah berakhir, Mengitsu melarikan diri ke Zimbabwe, tempat teman diktatornya, Robert Mugabe, memberinya tempat tinggal. Pada bulan Desember 2006, di dinyatakan bersalah secara in absentia atas genosida untuk peranannya dalam terror domestic “Teror Merah”.





Bookmark and Share

0 comments:

Post a Comment